Kerendahan Hati Pemain Sepakbola Lionel Messi

Lionel Messi bisa dibilang pemain sepakbola terbaik di dunia. Dia telah memenangkan B'lon Dor tiga kali pada tahun 2009, 2010, 2011 dan telah bermain dengan klub FC Barcelona selama bertahun-tahun memenangkan La Liga lima kali dan Liga Champions tiga kali saat dia ada di sana.

Kehormatan dan kesuksesannya sangat besar dan banyak yang harus dikatakan tentang dia sebagai pemain, tetapi hari ini kita akan menyelam lebih dalam ke dalam kehidupan Messi untuk berbicara tentang perilakunya, membuka percakapan yang lebih intim tentang pemuda itu.

Dia tidak terlalu blak-blakan, tidak juga dia sangat keras atau sombong ketika dia diwawancarai. Dia tampak lebih menarik ketika dia di depan umum dan dia sangat lembut diucapkan. Untuk memahami mengapa dia seperti ini, Anda harus kembali dan melihat sejarah dan permulaannya di tempat latihannya di La Masia di Spanyol.

Orang Argentina menarik perhatian pengintai pada usia yang sangat dini. Dia adalah seorang anak muda saat itu. Dia direkrut dan dikirim dari Argentina meninggalkan keluarga dan teman-temannya di belakang. Ketika dia pertama kali datang ke La Masia untuk berlatih dia digambarkan sebagai sangat pendiam dan pemalu, sering menunjukkan kerinduan orang tuanya. Beberapa tahun pertama di La Masia sangat sulit baginya karena ia tidak berada di perahu yang sama dengan pemain lain karena keluarganya tidak terlalu dekat dengannya jarak jauh. Sebagian besar anak-anak lain berasal dari Spanyol tetapi mereka sangat mendukungnya dan berusaha sebaik mungkin untuk membina dan merawat orang Argentina yang terus tumbuh.

Dia tumbuh bermain sepak bola dan itu relaksasi dan juga pekerjaannya. Sepak bola bukanlah pekerjaan baginya karena hanya apa yang dilakukannya saat bermain. Seiring bertambahnya usia, dia terus bermain.

Lingkungan di La Masia mendorong kerendahan hati. Mereka tidak pernah mencoba menghasilkan uang atau ketenaran aspek penting dari kehidupan, sebaliknya mereka berusaha sangat keras untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan seorang pemain tumbuh dengan baik. Pergi ke sekolah bersama dan belajar bersama. Sebagian alasannya adalah karena di La Masia Anda mendapatkan rasa hormat melalui kerendahan hati. Direktur Akademi Carles Folguera berkata, "… Anda bisa rendah hati jika lingkungan Anda sangat berat." Di La Masia mereka mendorong banyak pertemanan. Folguera juga menyatakan, "… kualitas yang paling penting untuk anak laki-laki adalah persahabatan dan kerendahan hati." Sepertinya ini telah dibor ke mereka di La Masia sebagai bagian dari proses pembuatan pemain mereka.

Berasal dari latar belakang miskin seorang ayah yang bekerja di pabrik baja dan seorang ibu yang bersih, orang Argentina banyak berterima kasih di La Masia. Mantan pelatihnya Guardiola sangat senang berada di La Masia pada usia 13 tahun karena mereka adalah sebuah organisasi yang sangat terorganisir yang mereka "bantu saya tumbuh besar" dan memiliki "makanan yang sangat baik." Dari sini Anda dapat melihat bahwa ada kenangan indah yang bisa didapat di La Masia, ini adalah tempat di mana Anda membutuhkan perawatan dan datang dari keluarga miskin Anda harus banyak bersyukur karena memiliki tempat yang bagus untuk belajar, bermain dan berlatih dan juga memiliki makanan yang enak untuk dimakan. Selain itu di La Masia ada 75 anggota staf termasuk dokter dan pelatih untuk membantu kebutuhan para pemain saat mereka tumbuh dewasa. Semua rekan inklusif ini membantu mengembangkan kepribadian yang lebih seimbang yang tidak perlu memakan ketenaran atau kekayaan untuk merasa dihargai dan dihormati karena "keluarga" telah memastikan dan mengurus semua kebutuhan Anda. Yang harus Anda lakukan hanyalah bermain.

Messi masih mengidolakan pemain lain. Pemain sepak bola favoritnya yang ia ikuti saat ia tumbuh dewasa adalah Pablo Aimar, seseorang yang ia gunakan untuk menonton video dan mencoba untuk meniru keahliannya. Sampai hari ini dia masih mengidolakan pria ini, seseorang yang Messi telah dipukuli dalam hal catatan prestasi. Pada usia 23 tahun, sebuah acara TV mewawancarai Pablo Aimar dalam pemikirannya tentang Lionel Messi dan rekaman wawancara diputar ulang kepada Lionel Messi ketika ia menyaksikan dengan penuh kekaguman dan kebahagiaan. Ini menunjukkan bahwa dia masih muda di dalam, seseorang yang sangat masih menganut perasaan dan emosi yang dia miliki saat kecil.

Jadi seperti yang Anda lihat, La Masia tidak pernah mematikan kebutuhan seseorang untuk menyembunyikan individualitas dan kekanak-kanakan mereka. Ada hal-hal lain yang lebih penting bagi La Masia, seperti rasa hormat melalui kerendahan hati yang membawa orang yang berbeda dan sangat jinak, rendah hati dan penuh hormat setelah lulus dari program ini. Lionel Messi kebetulan menjadi salah satu dari banyak pemain yang sangat baik dan bulat yang lulus untuk bermain untuk Barcelona dan tim lainnya.

Biografi Pendek Pemain Sepak Bola Terkenal – Lionel Messi

Nama lengkapnya adalah Lionel Andrés Messi. Messi yang lahir 24 Juni 1987 adalah pemain sepak bola Argentina dan sekarang berpartisipasi untuk La Liga Barcelona dan tim nasional Argentina. Messi dianggap sebagai salah satu pemain sepak bola terbaik dan terkenal dari generasinya, pada usia 21 tahun, telah menerima beberapa nominasi Ballon d'Or dan FIFA World Player of the Year.

Messi mulai bermain sepak bola pada usia sangat dini dan latennya dengan cepat diakui oleh Barcelona. Membuat penampilan pertamanya di musim 2004-2005, ia memecahkan rekor La Liga untuk pemain sepak bola termuda untuk mengambil bagian dalam pertandingan liga, dan yang termuda untuk membuat gol liga juga.

Pada tahun 2005 ia menjadi superstar remaja sepak bola Argentina terbaru. Lionel Messi terpilih sebagai pemain turnamen di U-20 Piala Dunia tahun ini; memainkan pertandingan pertamanya untuk tim nasional Argentina; dan membuat gol pertamanya dengan tim profesional FC Barcelona.

Messi hampir segera dibandingkan dengan pahlawan awal sepak bola Argentina, Diego Maradona. Dia adalah anggota tim Piala Dunia 2006 Argentina. Dia membantu Barcelona memenangkan triple biasa pada tahun 2009: Copa del Rey, Spanyol La Liga championship, dan juga Liga Champions.

Lionel Messi telah diberikan pujian yang tak terhitung jumlahnya dari pelatih Argentina Diego Maradona terlepas dari kekalahan mereka ke Spanyol. Maradona menyatakan bahwa dia senang dengan penampilan striker Barcelona di lapangan.

Dalam kesempatan itu, Maradona menegaskan, "Pertandingan itu tidak brilian tetapi tim merespon dengan baik melawan juara Eropa. Ini bekerja untuk saya karena tim bereaksi dengan sangat baik." Messi bermain dengan sangat baik, dan sedikit demi sedikit dia menjadi pemimpin tim. Itulah yang saya inginkan dan itulah yang saya harapkan. "

Sehat Menurut Lionel Messi

Siapa yang tidak kenal Lionel Messi? Keajaiban di dunia sepakbola Argentina bintang ini bisa berkilau, meski bisa dibilang agak redup pada periode 2013-2014. Kemunculan bintang yang sering disebut Leo agak menurun sepanjang 2013-204. Dia hanya mengemas 41 gol sepanjang musim, rekor terendah sejak 2008-2009.

Dia bahkan gagal mengantarkan Argentina ke juara Piala Dunia 2014 setelah Jerman ditekuk 1-0. Untuk meningkatkan kinerja di lapangan, pesepakbola ini mengubah gaya hidup dan diet. Dengan bantuan temannya, sesama warga Argentina Martin Demichelis, Messi bertemu dengan ahli gizi Italia, Giuliano Poser.

Pertemuan yang disepakati awal tahun ini, Messi secara rutin mengunjungi Poser dan mendapat resep nutrisi yang baik. "Setelah Piala Dunia, sesuatu telah berubah baginya, Messi tahu apa yang harus diubah, dia memiliki kerendahan hati untuk membuat perubahan dalam karir profesionalnya sejak Januari, dia terlihat lebih kuat," kata Poser. Selidiki kalibrasi, salah satu penyebab menurunnya penampilan Messi karena hobinya makan pizza.

Penyerang Barcelona itu juga mengalami kenaikan berat badan karena gaya hidup dan pola makan yang kurang diperhatikan. Untuk meningkatkan kinerja, Messi memutuskan untuk mengurangi konsumsi menu yang mengandung binatang. Nah, sejak mengikuti arah Poser, dalam waktu relatif cepat, terbukti penampilannya berubah drastis.

Fisik dengan cepat mengubah fit kebugarannya sepanjang pertandingan. "Dia mengubah pola makannya, tidak makan makanan olahan dan menggantinya dengan makanan kaya vitamin, mineral, serat yang terkandung dalam biji-bijian, buah-buahan, sayuran, ikan dan minyak zaitun," kata Poser seperti dikutip La Gazzetta Dello Sport. Ternyata, bukan hanya Messi yang menjadi klien Poser.

Striker Manchester City, Sergio Aguero, juga mengadopsi diet yang dianjurkan oleh Poser. "Kami (Aguero dan Messi) menjalani pemeriksaan gizi normal untuk memeriksa kondisi tubuh, dia merekomendasikan makanan untuk meningkatkan fisik kami, saya senang karena penting untuk melihat tubuh dan tahu apa yang saya inginkan," kata Aguero .

Tidak ada yang membantah fakta bahwa Lionel Messi adalah pesepakbola terbaik saat ini. Di balik kinerja yang bagus, bintang FC Barcelona memiliki diet yang baik.

Agar tampil baik di lapangan, Messi menjalankan program diet. Ada beberapa makanan yang harus dikonsumsi setiap hari, tetapi ada pula yang terlarang.

Ahli diet Messi, Giuliano Poser, mengungkapkan bahwa gula menjadi salah satu striker striker kecil dengan julukan La Pulga itu.

"Gula adalah hal terburuk untuk otot," kata Poser kepada Mundo Deportivo.

Menurut Poser, gula mengandung banyak kalori yang dapat merusak metabolisme tubuh dan mengganggu perkembangan otot. Semakin banyak Messi yang jauh dari gula, semakin baik.

Sementara itu, ada 4 makanan wajib pada daftar menu diet Messi. Apakah itu?

"Air, minyak zaitun berkualitas baik, biji-bijian, dan buah-buahan segar dan sayuran yang tidak terkontaminasi oleh pestisida, oleh karena itu dapat menyebabkan kerusakan besar pada tubuh," kata Poser.

"Metode saya tidak perlu dipertanyakan lagi – semua orang bisa melihat bagaimana penampilan Messi dari minggu ke minggu," kata Pose.

Diet yang sehat dan seimbang menuntun Messi ke puncak kariernya. Pada usia 28 tahun sekarang, kapten tim nasional Argentina sudah mengantongi 7 gelar La Liga, 4 trofi Liga Champions dan 5 Ballon d'Or.

Hanya satu acara yang belum ditaklukkan Messi, yaitu Piala Dunia.

Pengertian Valuasi Startup dan Cara Hitungnya pada Tahap Awal Bisnis

e0a9x – Kamu mungkin pernah mendengar istilah startup Unicorn, yang merupakan sebutan untuk startup dengan valuasi di atas US$1 miliar (lebih dari Rp14 triliun). Namun pertanyaannya, apa sebenarnya pengertian dari valuasi startup? Bagaimana cara menghitungnya?

Pengertian valuasi startup

Valuasi adalah nilai ekonomi dari sebuah bisnis. Apabila ada sebuah perusahaan yang mempunyai valuasi Rp1 triliun, maka siapa pun yang ingin mengakuisisi penuh perusahaan tersebut harus mempersiapkan uang minimal Rp1 triliun. Angka valuasi ini biasanya dijadikan acuan untuk mengukur seberapa besar potensi bisnis sebuah perusahaan.

Sebagai founder suatu startupkamu perlu menghitung valuasi demi menentukan persentase saham yang akan diberikan kepada investor saat terjadi pendanaan. Valuasi ini juga penting untuk menentukan harga jual startup kamu apabila terjadi merger atau ada perusahaan lain yang tertarik untuk mengakuisisi startup milikmu.

Valuasi startup versus bisnis konvensional

Metode perhitungan valuasi startup sebenarnya serupa dengan bisnis konvensional. Namun, karena startup pada tahap awal biasanya belum mendapat pemasukan atau keuntungan (yang biasanya menjadi dasar perhitungan valuasi), maka perlu ada sedikit penyesuaian.

Untuk menghitung valuasi perusahaan konvensional, hal-hal berikut biasanya ikut dipertimbangkan:

  • Nilai perusahaan di bursa saham (market cap).
  • Nilai dari jenis saham lain yang dimiliki perusahaan (misal: saham preferen, minority interest).
  • Utang perusahaan.
  • Uang tunai yang dimiliki perusahaan.

Dari variabel-variabel tersebut, valuasi perusahaan bisa didapat dengan rumus:

Valuasi = (Nilai Saham + Utang) – Uang Tunai

Lalu bagaimana dengan startup yang belum mempunyai pendapatan dan laba? Biasanya, founder ataupun calon investor akan mempertimbangkan hal-hal seperti berikut:

  • Jumlah dan nominal transaksi.
  • Jumlah pengguna.
  • Teknologi produk.
  • Kualitas tim.
  • Kompetitor.

Perbedaan istilah valuasi Pre-Money dan Post-Money

Dalam perhitungan valuasi startup ada dua istilah penting yang harus kamu pahami, yaitu valuasi Pre-Money dan Post-Money. Sederhananya, valuasi Pre-Money adalah “harga” dari sebuah startup sebelum mendapatkan investasi, dan valuasi Post-Money adalah “harga” startup setelah investasi terjadi.

Berikut ini adalah contoh sederhana untuk memahami perbedaan valuasi Pre-Money dan Post Money:

Lalu bagaimana apabila sebuah startup telah mempunyai beberapa investor dan hendak mendapat pendanaan baru? Bagaimana cara menghitung persentase sahamnya?

Untuk itu, kamu harus menemukan jumlah lembar saham baru yang harus diterbitkan dengan rumus berikut:

Contoh perhitungan dilusi saham berdasarkan valuasi startup

Dilusi adalah penyusutan persentase kepemilikan saham dari suatu pihak yang disebabkan oleh penerbitan saham baru. Berikut adalah contoh perhitungan valuasi Post-Money dan perhitungan kepemilikan saham setelah investasi tahap awal (seed funding).

Misalkan setelah itu, startup tersebut mendapatkan pendanaan Seri A. Maka:

  • Valuasi Post-Money dari pendanaan tahap awal di atas menjadi valuasi Pre-Money untuk pendanaan Seri A.
  • Lembar saham yang sebelumnya hanya 100, kini telah bertambah menjadi 117.

Berikut adalah perhitungan kepemilikan saham untuk founder dan masing-masing investor.

Jenis saham yang bisa diberikan oleh founder kepada investor pun ada bermacam-macam, antara lain:

  • Common stock (saham umum) merupakan jenis saham yang paling umum. Pemilik saham ini mempunyai hak suara dalam pengambilan keputusan dan bisa ikut mendapat pembagian dividen (keuntungan).
  • Sedangkan pemilik preferred stock (saham preferen) akan mendapat hak-hak khusus yang tidak dipunyai pemilik saham biasa. Hak khusus tersebut bisa berupa prioritas untuk mendapatkan uangnya kembali ketika perusahaan bangkrut dan harus menjual aset, atau mendapat prioritas untuk menerima dividen. Namun pemilik saham preferen biasanya tidak mempunyai hak suara untuk menentukan kebijakan perusahaan.

Dari perhitungan di atas, kamu bisa melihat bahwa meski baru mendapat pendanaan total Rp20 miliar (Rp6 miliar saat seed funding dan Rp14 miliar saat Seri A), sebuah startup bisa mempunyai valuasi Post Money sebesar Rp55 miliar. Nominal dari valuasi cenderung akan selalu lebih besar dibanding jumlah pendanaan.

Bila diibaratkan, jumlah pendanaan itu seperti volume air, sedangkan valuasi adalah volume dari bejana yang menampung air tersebut. Apabila ada penambahan air (pendanaan), maka volume air yang tertampung di dalam bejana (valuasi) akan semakin penuh.

Situasi tersebut membuat kapasitas bejana tidak lagi representatif, sehinga harus diganti dengan bejana yang lebih besar (penghitungan valuasi kembali). Itulah mengapa biasanya penambahan nilai valuasi terjadi ketika ada pendanaan baru yang akan didapat oleh sebuah startup.

Tentukan valuasi atau nominal pendanaan terlebih dahulu?

Menurut beberapa pakar, seorang founder startup lebih baik fokus pada apa yang terbaik untuk bisnisnya saat ini, dan mulai dari menghitung berapa pendanaan yang perlu ia dapatkan. Valuasi startup seharusnya hanya dianggap sebagai hasil dari perhitungan nominal pendanaan yang dibutuhkan tersebut.

Berikut adalah beberapa hal yang harus kamu perhatikan dalam menentukan nominal target pendanaan:

  • Memperkirakan waktu yang harus dilalui sampai sebuah startup bisa mendapatkan pendanaan berikutnya. Untuk startup tahap awal, biasanya berkisar antara 12-18 bulan.
  • Dalam rentang waktu tersebut, kamu harus bisa mengembangkan sejumlah metrik penting (key metric), seperti jumlah pengguna dan transaksi yang berulang (repeat transaction).
  • Menghitung berapa uang yang akan dihabiskan dalam jangka waktu tersebut. Sebuah startup biasanya akan menghabiskan dana yang besar dalam berinvestasi pada karyawan dan teknologi.
  • Menyesuaikan agar nilai valuasi yang dihasilkan nanti tidak berbeda jauh dengan valuasi startup lain di Indonesia.

Cara menghitung valuasi Pre-Money untuk startup tahap awal

Untuk menentukan valuasi Pre-Money, sebenernya ada dua jenis perhitungan, yaitu:

  • Menggunakan metodologi, seperti Discounted Cash Flow, Comparable, dan Berkus, yang akan dijelaskan di bawah.
  • Tanpa metodologi, atau yang biasa disebut dengan istilah Pricing. Founder hanya perlu menghitung jumlah pendanaan yang mereka perlukan dan saham yang rela mereka berikan, lalu melakukan negoisasi dengan sang investor.

Pada kenyataannya, untuk startup tahap awal, kebanyakan founder dan investor di Indonesia lebih sering menggunakan teknik Pricing ini dalam menentukan valuasi startup.

Hal ini terjadi karena perusahaan modal ventura (VC), yang biasa memberi pendanaan kepada startup, memang mengincar keuntungan dari penjualan kembali saham yang mereka miliki. Karena itu, mereka cenderung memperkirakan berapa harga jual yang tepat untuk startup tersebut di kemudian hari, ketika hendak memberi pendanaan.

Hal ini berbeda dengan investor konvensional yang biasanya memberikan pendanaan kepada perusahaan untuk meraih keuntungan dari pembagian laba (dividen).

“Penentuan valuasi untuk startup lebih seperti seni (art) dibanding sains,” ujar seorang investor dari perusahaan modal ventura kepada Tech in Asia Indonesia. Untuk memberikan acuan dalam menentukan harga yang pantas, para VC biasanya akan menggunakan metode-metode penentuan valuasi yang ada.

Perbedaan perhitungan valuasi startup di berbagai fase

1. Tahap Awal

  • Di tahap ini kamu bisa mendapat pendanaan tahap awal (seed funding) dari inkubator, angel investor, atau perusahaan modal ventura (VC).
  • Mayoritas VC tanah air biasanya akan menggunakan metode ComparableMultiple, atau menentukan valuasi berdasarkan faseperkembangan startup di tahap ini. Beberapa dari mereka ada yang menggunakan lebih dari satu metode, lalu mencari rata-rata valuasi yang dihasilkan dari metode-metode tersebut.
  • Kualitas tim merupakan sesuatu yang penting di tahap ini. Karena itu, founder yang telah mempunyai latar belakang dan pengalaman yang baik berpotensi mendapatkan pendanaan dan valuasi lebih besar.
  • Di tahap ini, biasanya startup akan memberikan saham sekitar 10-15 persen kepada investor. Namun ada juga startup yang setelah bernegosiasi bisa hanya memberikan 5-10 persen saham, atau justru memberikan saham di atas 15 persen.
  • Beberapa VC juga cenderung memilih opsi obligasi konvertibel (convertible note) di tahap ini. Obligasi konvertibel merupakan utang yang bisa dikonversi menjadi kepemilikan saham dalam jangka waktu tertentu (biasanya ketika startup mendapat pendanaan lanjutan).
  • Apabila startup yang memberi obligasi konvertibel gagal mendapat pendanaan lanjutan, mereka harus mengembalikan utang tersebut beserta bunganya. Sebenarnya VC tidak terlalu menginginkan hal tersebut, karena keuntungan dari bunga terlalu kecil untuk model bisnis mereka. Pada umumnya, VC akan tetap mengubah pendanaan mereka menjadi saham dan membantu startup tersebut mendapat pendanaan lanjutan.
  • Bila VC menerima tawaran obligasi konvertibel, maka kamu tidak perlu menentukan valuasi pada saat itu. Kamu baru harus menentukan valuasi ketika mendapat pendanaan selanjutnya.

2. Tahap Berkembang

  • Di tahap ini, kamu bisa mendapat pendanaan Seri A, Seri B, dan selanjutnya dari para investor.
  • Karena di tahap ini startup biasanya sudah mempunyai pendapatan atau pengguna dengan jumlah yang cukup banyak, VC bisa lebih bebas menggunakan beberapa metode, seperti Comparable, Multiple, Discounted Cash Flow, atau Venture Capital Method.

3. Tahap Exit

  • Di tahap ini, kamu bisa mempertimbangkan antara melakukan mergerdiakuisisi perusahaan lain, atau masuk bursa saham. Beberapa founderdan investor pun bisa melakukan exit tanpa menerima uang, namun mereka justru menerima sebagian saham dari perusahaan yang mengakuisisi (seperti yang terjadi antara Uber dan Grab di Asia Tenggara).
  • Apabila ada perusahaan yang ingin mengakuisisi untuk selanjutnya menjalankan bisnis tersebut, kamu bisa menentukan valuasi atau harga jual dengan metode Comparable dan Discounted Cash Flow.
  • Apabila ada perusahaan yang ingin melakukan akuisisi karena tim kamu (acqui-hiredan akan menutup layanan tersebut setelah akuisisi, mereka biasanya akan membayar sesuai dengan jumlah tim yang akan mereka pertahankan.

11 macam metode untuk menghitung valuasi startup

Terdapat berbagai cara menentukan nilai valuasi dari suatu startup

1. Metode Comparable Transactions

Comparable adalah metode yang bisa digunakan baik oleh startup yang belum ataupun sudah memperoleh pendapatan. Dengan metode ini, kamu bisa mendapatkan valuasi untuk startup milikmu dengan cara membandingkan beberapa metrik, antara lain:

  • Gross Merchandise Value (GMV).
  • Jumlah pendapatan.
  • Pendapatan bulanan yang berulang (monthly recurring revenue) untuk startup Software as a Service (SaaS).
  • Jumlah pengguna aktif mingguan untuk aplikasi mobile.

Sebagai contoh, ada sebuah startup dengan jumlah pengguna aktif 10 juta orang baru saja diakuisisi perusahaan lain seharga Rp100 miliar. Maka apabila kamu memiliki startup serupa dengan 2 juta pengguna aktif, maka kamu bisa mengatakan bahwa valuasi startup kamu Rp20 miliar.

Untuk mendapatkan valuasi dari startup lain, kamu bisa melihat dari data yang disebutkan di media, meskipun hal ini jarang terjadi. Atau apabila perusahaan yang kamu jadikan acuan telah masuk bursa saham, kamu juga bisa melihat market cap dari perusahaan tersebut.

Contoh penerapan metode Comparable:

2. Metode Multiple

Metode Multiple sebenarnya serupa dengan metode Comparable. Bedanya, di metode ini kamu tidak perlu mencari data dari startup lain, namun hanya perlu mencari faktor pengali (multiple) yang biasa digunakan dalam bisnis yang kamu masuki. Contoh multiple dari beberapa industri bisa kamu lihat di tautan berikut.

Berikut ini adalah contoh penerapan metode Multiple:

Sebuah startup misalnya bergerak di bidang e-commerce. Karena itu, mereka mendapatkan angka multiple sesuai dengan industri mereka, dan melakukan perhitungan seperti di bawah.

Ketiga hasil valuasi tersebut kemudian dirata-rata, hingga didapatkan angka valuasi Rp20,2 miliar.


3. Metode Discounted Cash Flow

Discounted Cash Flow (DCF) adalah metode yang memperkirakan valuasi perusahaan berdasarkan prediksi arus kas masuk dan keluar di sebuah startup dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan. Dari situ, kita bisa menghitung berapa keuntungan yang akan didapat oleh startup tersebut, misalnya di tahun ketiga.

Karena pengaruh inflasi, nilai uang akan mengalami depresiasi dari waktu ke waktu. Itulah mengapa jumlah keuntungan tersebut harus dikurangi tingkat inflasi. Selain itu, angka tersebut juga harus dikurangi risiko kegagalan perusahaan mencapai arus kas yang diharapkan.

Metode ini sebenarnya lebih cocok untuk perusahaan besar yang telah masuk bursa saham, dengan laporan keuangan yang terbuka. Metode ini tidak cocok untuk startup dengan risiko kegagalan yang tinggi, dan belum meraih keuntungan. Cocok untuk perusahaan konvensional kecil dengan kondisi keuangan yang lebih terprediksi.

Contoh penerapan metode DCF:

Sebelum memulai, kamu harus mengetahui terlebih dahulu istilah-istilah berikut.

  • Discount Rate (r), yaitu angka yang menunjukkan depresiasi nilai mata uang, serta persentase keuntungan yang ingin didapat oleh investor. Angka ini nantinya harus dimasukkan ke dalam rumus agar kamu bisa mendapat angka Discounted Cash Flow (DCF).
  • Terminal Value, yaitu nilai yang menunjukkan total keuntungan perusahaan setelah melewati periode yang masuk dalam proyeksi perhitungan DCF. Biasanya diasumsikan setelah melewati periode yang masuk dalam proyeksi DCF, pertumbuhan keuntungan perusahaan akan relatif stagnan.

4. Metode Venture Capital (Waterfall)

Seperti namanya, metode ini merupakan cara perhitungan valuasi dari sudut pandang perusahaan modal ventura (VC). Karena itu, metode ini membutuhkan data-data berikut:

  • Target keuntungan yang ingin didapat VC
  • Berapa perkiraan nilai jual perusahaan dalam waktu beberapa tahun ke depan

Contoh penerapan metode Venture Capital:

5. Penentuan valuasi berdasarkan fase

Demi memudahkan penentuan valuasi, ada beberapa angel investor dan perusahaan modal ventura (VC) yang lebih memilih untuk langsung menentukan kisaran valuasi di setiap tahap perkembangan startup. Semakin jauh perkembangan sebuah startup, berarti risiko investasi di startup tersebut akan semakin kecil, sehingga sang investor bisa menentukan valuasi yang lebih besar.

Sebagai contoh, angel investor dan VC bisa membuat panduan seperti berikut:

  • Startup yang masih dalam tahap pengembangan ide = valuasi antara Rp3,5 miliar-Rp7 miliar
  • Startup dengan ide dan rencana bisnis yang menarik = valuasi antara Rp7 miliar-Rp14 miliar
  • Startup dengan tim founder yang berpengalaman = valuasi antara Rp14 miliar-Rp28 miliar
  • Startup yang sudah mempunyai prototipe produk = valuasi antara Rp28 miliar-Rp56 miliar
  • Startup yang telah menjalin kerja sama strategis untuk mendapatkan pengguna = valuasi lebih dari Rp56 miliar

6. Metode First Chicago

First Chicago adalah metode yang berusaha menganalisis setiap kemungkinan yang terjadi di masa depan sebuah startup, mulai dari situasi terburuk, situasi normal, dan situasi terbaik. Untuk setiap situasi tersebut, kita harus menghitung valuasi dengan berbagai metode yang telah disebutkan di atas.

Contoh penerapan metode First Chicago:

7. Metode Berkus

Metode yang didesain oleh seorang angel investor bernama Dave Berkus ini merupakan cara paling sederhana dalam menentukan valuasi sebuah startup. Cara ini cocok untuk startup yang memenuhi kriteria berikut:

  • Sama sekali belum menerima pendapatan.
  • Bisa mendapat pendapatan tahunan di atas US$20 juta (sekitar Rp280 miliar) di tahun kelima.

Kamu hanya perlu menentukan valuasi dari lima hal penting dalam perkembangan startup berikut:

  • Ide dasar.
  • Teknologi.
  • Kualitas tim.
  • Kerja sama strategis yang telah didapat.
  • Cara penjualan.

Sebagai patokan, Berkus menetapkan bahwa nilai maksimal dari setiap variabel di atas tidak boleh melebihi angka US$500.000 (sekitar Rp7 miliar).

Contoh penerapan metode Berkus:

Menurut Berkus, angka yang ia tetapkan tersebut bisa saja diubah, tergantung dari industri dan lokasi di mana startup tersebut berada. Karena itu, kamu bisa menyesuaikan valuasi yang kamu tetapkan dengan rata-rata valuasi untuk startup tahap awal di Indonesia.

Kamu pun bisa mengubah variabel-variabel yang digunakan. Contoh, apabila kamu bergerak di bidang kesehatan dan finansial, mungkin kamu bisa mengganti kategori “kerja sama strategis” dengan “izin dari regulator”.


8. Metode Risk Factor Summation (RFS)

Serupa dengan metode Berkus, metode RFS juga cocok untuk para startupyang belum memperoleh pendapatan. Namun untuk menggunakan metode ini, kamu harus terlebih dahulu mengetahui rata-rata valuasi dari startupserupa yang ada di Indonesia.

Setelah itu, kamu harus membandingkan dua belas faktor risiko berikut.

  • Risiko manajemen.
  • Risiko kematangan bisnis.
  • Risiko politik.
  • Risiko pembuatan produk.
  • Risiko penjualan produk.
  • Risiko pendanaan.
  • Risiko kompetisi.
  • Risiko teknologi.
  • Risiko hukum.
  • Risiko ekspansi internasional.
  • Risiko reputasi perusahaan.
  • Kemungkinan exit (diakuisisi perusahaan lain).

Untuk setiap parameter di atas kamu harus menunjukkan bagaimana posisi startup kamu bila dibandingkan dengan startup lain, apakah sangat positif, positif, netral, negatif, atau sangat negatif. Semua pengaruh tersebut nantinya harus dimaknai secara finansial, guna menentukan valuasi dari startup kamu.

Contoh penerapan metode RFS:

9. Metode Scorecard

Metode Scorecard sebenarnya serupa dengan metode RFS. Namun metode yang sering disebut dengan metode Bill Payne ini menggunakan variabel penilaian yang lebih sedikit. Masing-masing variabel tersebut juga diberikan bobot, berdasarkan seberapa penting variabel tersebut dalam perkembangan startup.

Ada tujuh variabel yang harus kamu tentukan dengan metode ini.

  • Kualitas tim (bobot 30 persen).
  • Peluang pasar (bobot 25 persen).
  • Kualitas produk (bobot 15 persen).
  • Sarana penjualan (bobot 10 persen).
  • Kematangan bisnis (bobot 10 persen).
  • Kebutuhan untuk pendanaan selanjutnya (bobot 5 persen).
  • Masukan pengguna/faktor lain (bobot 5 persen).

Hasil perhitungan dari setiap variabel tersebut, nantinya akan dibandingkan dengan rata-rata valuasi dari startup tahap awal lain yang menjalankan bisnis serupa serta berada di lokasi yang sama.

Contoh penerapan metode Scorecard:

10. Metode Cost to Duplicate

Metode ini berusaha menghitung valuasi startup dari biaya yang dibutuhkan apabila kamu ingin membuat startup lain yang serupa. Karena itu, metode ini akan akan memperhitungkan:

  • Nilai aset yang dimiliki oleh sebuah startup.
  • Jam kerja yang dibutuhkan para developer dari startup tersebut untuk mendesain dan membuat produk yang kemudian diluncurkan ke masyarakat.

Kekurangan utama dari metode ini adalah hanya memperhitungkan kondisi startup di masa sekarang, dan bukan di masa depan. Karena itu, cara ini biasanya hanya digunakan untuk menentukan valuasi minimal dari sebuah startup.


11. Metode perhitungan aset

Selain itu, ada juga metode bernama Book Value, yang menentukan valuasi dengan cara menghitung nilai aset yang kamu miliki, seperti gedung, furnitur, dan perangkat elektronik.

Selain itu ada juga metode bernama Liquidation Value yang menghitung nilai aset apabila startup kamu tiba-tiba bangkrut dan harus menjual aset tersebut. Valuasi dari Liquidation Value jelas akan lebih kecil dibanding Book Value, karena harga aset yang harus dijual cepat ketika startup bangkrut tentu akan lebih kecil dibanding saat normal.

Namun karena mayoritas startup merupakan perusahaan teknologi yang tidak mempunyai banyak aset, kedua metode ini tidak cocok untuk digunakan oleh mayoritas startup.

Ketika Growth Justru Buruk bagi Perusahaan

e0a9x – Pertumbuhan (growth) tentu merupakan dambaan setiap entrepreneur, baik itu pertumbuhan perusahaan ataupun produk. Ketika ada pertumbuhan, investor akan tertarik untuk melirik. Aliran dana dan pangsa pasar pun terus membesar. Growth adalah indikator mudah bahwa perusahaan sedang dalam kondisi sehat.

Sesungguhnya, ada kalanya growth justru mendatangkan bahaya. Bahaya ini bisa muncul dari berbagai aspek, mulai dari finansial, proses produksi, hingga manajemen karyawan. Penggiat growth hack harus sadar apa saja bahaya tersebut dan bagaimana menghindarinya. Mari kita telaah bersama.

Bahaya-bahaya yang muncul dari growth

Perusahaan yang tumbuh dengan konsisten lama-kelamaan dapat menjadi pusat evolusi komunitas serta ekonomi di sekitarnya. Lapangan pekerjaan baru bermunculan, usaha-usaha yang berkaitan pun turut berkembang. Bahkan perusahaan tersebut bisa menjadi landmark atau simbol daerah tempatnya berada.

Untuk mencapai tingkat pertumbuhan seperti ini, dibutuhkan persiapan dan kebijaksanaan yang matang. Tanpa dua hal itu, pertumbuhan bisa tak terkendali dan akhirnya melampaui kemampuan perusahaan untuk menanganinya. Akibatnya adalah hal-hal berikut:

  • Pengeluaran sangat besar untuk ekspansi.
  • Terlambat memberi dividen ke investor.
  • Beban kerja karyawan terlalu besar, atau kekurangan karyawan.
  • Masalah kepemimpinan, pengambilan keputusan semakin sulit.
  • Kualitas produk/pelayanan menurun.
  • Kepuasan kerja karyawan menurun.
  • Brand kehilangan nilai karena tidak fokus (brand dilution).
Brand yang terlalu sering digunakan akan menjadi tidak menarik
Brand yang terlalu sering digunakan akan menjadi tidak menarik

Ketika masalah-masalah di atas terjadi, ekspansi bukannya membuat perusahaan makin kuat, tapi justru melemah. Klien dan konsumen tak puas sehingga mereka pergi. Perusahaan tidak bisa tumbuh lebih jauh, bahkan menyusut karena bisnis lesu. Ini adalah tanda perusahaan mengalami pertumbuhan yang buruk (bad growth).

Antisipasi terjadinya bad growth

Agar dapat mengantisipasi bad growth, pertama-tama kita perlu memahami dahulu pertumbuhan seperti apa yang disebut bad growth itu. Secara umum, ada empat macam pertumbuhan yang masuk ke dalam kategori bad growth, yaitu:

  • Tidak sustainable
  • Tidak memiliki value 
  • Terlalu cepat/tidak seimbang
  • Tumbuh ke arah yang salah

Ben McClure menulis dalam Investopedia bahwa CEO biasanya ingin membangun kerajaan, bukan memeliharanya. Selain masalah harga diri dan ambisi, CEO (atau founder) juga mendapat tekanan untuk terus tumbuh demi para investor. Akibatnya perusahaan semakin sulit profit karena dana habis untuk ekspansi.

Mirip seperti istilah “sugar high“ (kondisi di mana daya konsentrasi meningkat sesaat akibat konsumsi gula dalam jumlah besar), pertumbuhan ini hanyalah “sugar growth“. Sekilas terlihat dahsyat, tapi hanya bertahan sebentar dan berisiko kolaps di akhir.

“CEO biasanya ingin membangun kerajaan, bukan memeliharanya.

 Ben McClure, Investopedia”

Sebagian perusahaan terjebak dalam sugar growth secara tak sengaja. Mungkin mereka memprediksi kondisi pasar akan membaik dan profit akan datang dalam jangka panjang, namun prediksi itu meleset.

Sebaliknya, ada juga perusahaan yang melakukan sugar growth secara sengaja, kemudian mencari cara untuk exit. Tapi praktik “nakal” seperti ini jarang terjadi. Apa pun alasannya, sugar growth adalah pertumbuhan buruk yang tidak sustainable dan tidak memiliki nilai apa pun selain mendatangkan rasa senang sesaat.

Pertumbuhan terlalu cepat atau tidak seimbang juga berbahaya, karena dapat membuat perusahaan kewalahan. Bayangkan bila jumlah permintaan konsumen meningkat pesat, tapi kemampuan produksi tidak memadai. Bisa-bisa konsumen harus menunggu lama sebelum mendapat produk.

Viral boleh saja, tapi viral yang bagaimana?
Viral boleh saja, tapi viral yang bagaimana?

Begitu pula dengan pertumbuhan ke arah yang salah. Misalnya ketika produk jadi viral di masyarakat, namun viral karena sebab yang buruk. Atau ketika perusahaan tumbuh menjadi sesuatu yang tidak sesuai visi awalnya, sehingga tidak fokus dan tidak jelas harus berkembang menjadi seperti apa.

 

Persiapan untuk menuju good growth

Pertumbuhan yang baik, sustainable, dan konsisten sangat sulit dicapai. Kata kuncinya ada pada kualitas. Ketika perusahaan atau produk membesar, kita harus berpikir bagaimana caranya bisa menyajikan kualitas sama dengan sebelumnya, namun dengan jumlah produk, layanan, atau klien yang lebih banyak.

Ini berarti kita harus menambah jumlah karyawan, memberikan pelatihan, dan membuat sistem manajemen yang bisa memayungi mereka semua. Mungkin kita bahkan perlu menambah jumlah manajer, atau mengubah alur proses bisnis. Semuanya merupakan tantangan yang harus siap kita hadapi.

Menurut Nic Brisbourne dari Forward Partners, growth yang baik memiliki beberapa karakteristik, seperti:

  • Nilai unit economics positif (contoh: revenue per user > cost of acquisition + cost of delivery)
  • Manfaat yang jelas untuk konsumen
  • Tingkat referral tinggi
  • Nilai NPS tinggi
  • Tingkat churn rendah

Karakteristik di atas pada akhirnya akan mengarah pada satu kesimpulan: Good growth adalah growth yang dapat mendanai dirinya sendiri, atau akan bisa mendanai diri sendiri di masa depan. 

Memprediksi apakah pertumbuhan yang kita incar itu baik atau buruk terkadang sulit. Sedetail apa pun analisis kita, pada akhirnya belum tentu sesuai dengan kenyataan. Namun ada beberapa pertanyaan yang bisa kita jawab untuk membantu, antara lain:

  • Apa value yang kamu dapat dengan melakukan ekspansi?
  • Bisakah perusahaanmu menangani ekspansi lebih jauh?
  • Apakah oportunitas yang ada di luar memungkinkan ekspansi?
  • Apa rencanamu bila ekspansi gagal?

Ingat, tidak ada yang namanya pertumbuhan tanpa batas. Bahkan perusahaan raksasa seperti McDonald’s pun pada akhirnya harus mengerem ekspansi setelah menyadari bahwa pasar mereka telah jenuh (saturated).

Bisnis high growth apa pun pada akhirnya akan berubah menjadi slow growth. Dalam lima tingkatan business life cycle, ini artinya perusahaan telah masuk ke tahap Maturity. Pasar telah matang, sehingga akan lebih baik bila kita fokus pada stabilitas perusahaan daripada ekspansi terus-menerus.

Jalur alternatif: menjadi “raksasa kecil”

Ada satu jalur alternatif yang bisa dipilih oleh perusahaan selain melakukan ekspansi hingga jenuh. Jalur alternatif ini dijelaskan oleh Bo Burlingham dalam bukunya yang berjudul Small Giants.

Burlingham menceritakan tentang beberapa perusahaan yang sebetulnya mampu melakukan ekspansi, tapi memilih untuk tidak. Mereka membatasi ukuran perusahaan sampai batas tertentu. Sebagai ganti, mereka fokus pada peningkatan kualitas hingga benar-benar menjadi yang terhebat dalam bidangnya.

Growth berkaitan erat dengan kepuasan karyawan
Growth berkaitan erat dengan kepuasan karyawan

Contohnya adalah perusahaan bir yang bernama Anchor Brewing. Berdiri sejak 1896, Anchor Brewing sangat ketat dalam menjaga kualitas minuman mereka, sedemikian sehingga mereka masih terus menggunakan metode tradisional alih-alih cara produksi bir modern.

Mereka masih menggunakan kuali yang terbuat dari tembaga, bukan stainless steel. Proses fermentasi dan pendinginan bir hanya dilakukan menggunakan udara malam alami, tidak menggunakan es. Semua proses ini memang tidak efisien dari segi biaya, tapi hasilnya adalah minuman berkualitas tinggi yang sangat mereka banggakan.

Ada banyak keuntungan yang bisa kita dapat dari memilih untuk menjadi “raksasa kecil”, misalnya:

  • Kita bisa mengendalikan perusahaan sepenuhnya
  • Kualitas produk lebih terjaga
  • Interaksi personal antar karyawan lebih erat
  • Setiap karyawan merasa bangga karena dampak nyata pekerjaan mereka langsung terlihat
  • Mendorong perkembangan ekonomi lokal

Poin terakhir ini terutama cukup menarik. Perusahaan skala kecil pasti akan bergantung pada ekosistem industri di sekitarnya. Kita ambil contoh sebuah restoran, pastinya restoran itu akan membeli bahan-bahan makanan dari pedagang lokal. Konsumennya pun adalah para penduduk sekitar.

Lebih ekstrem lagi, restoran itu bahkan bisa menciptakan menu unik yang muncul akibat kondisi iklim atau geografi sekitar. Selain itu mereka juga akan memiliki jaringan partner yang terpercaya berkat kerja sama dalam jangka panjang. Hal-hal seperti ini sulit terjadi di perusahaan yang melakukan ekspansi masal.

Apakah kamu ingin menjadi raksasa besar atau raksasa kecil, itu semua tergantung dari visi yang kamu miliki di perusahaan. Setiap pilihan tentu ada kelebihan dan kekurangannya. Tapi bila poin-poin di atas adalah hal-hal yang ingin kamu capai dalam hidup, maka raksasa kecil bisa menjadi pilihan yang sangat menarik.

Pertumbuhan perusahaan memang menyenangkan. Tapi kita harus sadar bahwa pertumbuhan bisa bersifat baik atau buruk. Bila kamu merencanakan pertumbuhan, pastikan bahwa pertumbuhan itu benar-benar memiliki value dan tidak akan membuat perusahaan malah kolaps di masa depan.

Tumbuh besar atau tetap kecil sama-sama pilihan yang bisa diambil. Tinggal sesuaikan saja dengan visi perusahaanmu. Satu hal yang harus dihindari, jangan sampai melakukan “growth for the sake of growth”, alias tumbuh sekadar supaya ada pertumbuhan, karena nasib perusahaan juga menentukan nasib banyak karyawannya.