Bagaimana Wanita Ini Belajar Pemrograman Setelah Bosan dengan Dunia Perbankan

Bagaimana Wanita Ini Belajar Pemrograman Setelah Bosan dengan Dunia Perbankan
Bagaimana Wanita Ini Belajar Pemrograman Setelah Bosan dengan Dunia Perbankan

e0a9x – Pada tanggal 3 Juni 2017 yang lalu, Google mengadakan Awarding Event untuk para peserta kursus pemrograman Android gratis yang bernama Indonesia Android Kejar. Pertama kali diadakan pada awal tahun 2016 yang lalu, program tersebut kini telah meluluskan peserta dalam tiga gelombang (batch), dan telah berjalan di sepuluh kota, mulai dari Jakarta, Bandung, Jogja, Semarang, Surabaya, Malang, Denpasar, Pontianak, Medan, hingga Makassar.

Menariknya, kursus pemrograman ini tidak hanya diikuti oleh para mahasiswa atau developer pemula, namun juga oleh para eksekutif muda di berbagai bidang. Salah satu contohnya adalah Febrianty Amirah, seorang Risk Control Manager berusia 27 tahun yang tengah bekerja di CIMB Niaga.

“Saya mulai bosan dengan dunia perbankan,” tutur Febri terkait alasannya mengikuti program Indonesia Android Kejar.

Menurutnya, potensi kerja di dunia pemrograman saat ini telah semakin baik. “Saya punya mimpi setelah berkeluarga, saya bisa keluar dari pekerjaan saya saat ini dan menjadi developer paruh waktu,” tutur Febri dalam keterangan yang diterima Tech in Asia Indonesia.

Para fasilitator di Indonesia Android Kejar batch 3
Para fasilitator di Indonesia Android Kejar batch 3

Sebelum mengikuti kursus Android tersebut, Febri mengaku tidak mempunyai pengalaman apa pun di bidang pemrograman. Ia bahkan kesulitan ketika harus memasang software pemrograman Android Studio di laptop miliknya. Namun ia berusaha untuk terus belajar hingga berhasil membuat sebuah aplikasi Android sederhana bernama Paw Store.

Saya punya mimpi setelah berkeluarga, saya bisa keluar dari pekerjaan saya saat ini dan menjadi developer paruh waktu

Indonesia Android Kejar sendiri merupakan program yang memadukan proses belajar online lewat situs Udacity, dan pertemuan tatap muka dengan para fasilitator. Kamu bisa memilih tiga tingkatan program yang disediakan, mulai dari Beginner, Intermediate, hingga Advanced.

“Apa yang diajarkan di Indonesia Android Kejar ini lebih baik dari apa yang selama ini saya pelajari di bangku kuliah. Selain menggunakan Android Studio yang lebih mudah digunakan, saya juga bisa bertanya kepada para fasilitator tentang apa yang saya kurang pahami,” ujar Muhammad Dafi, mahasiswa Universitas Mercubuana yang mengikuti program Indonesia Android Kejar di tahun 2016 lalu.

Kisah Febri ini seperti menunjukkan minat yang besar dari masyarakat Indonesia untuk mempelajari dunia pemrograman. Hal ini pun menjadi angin segar, karena di saat yang sama beberapa founder startup tanah air justru mengeluhkan kurangnya bibit-bibit developer berkualitas yang berasal dari Indonesia.

Selain Indonesia Android Kejar yang dibuat Google, kamu juga bisa mengikuti beberapa kursus pemrograman lain baik yang menghadirkan jaminan kerja seperti Hacktiv8, mengikuti komunitas pemrograman, atau belajar secara otodidak lewat situs-situs online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *