5 Faktor Smartphone Xiaomi Laris Manis di Pasaran

Pernahkah terpikir oleh anda kenapa ya kok ponsel Xiaomi dapat laris di Indonesia?

Sebelum aku mulai cerita, aku tanya anda dulu. Kamu tahu Xiaomi tersebut apa? Ada empiris pribadi gunakan produk Xiaomi? Atau hanya dengarempiris orang yang gunakan Xiaomi?

Oh ya, kesatu kali anda tahu mengenai Xiaomi tersebut darimana?

Xiaomi ialah perusahaan yang didirikan oleh Lei Jun pada tahun 2010 di Beijing, China. Xiaomi dengan kata lain beras kecil, di logo perusahaanmelulu tertulis MI yang dimaknai Mission Impossible.

Nah, yang unik dari Xiaomi ialah tidak pernah mengerjakan iklan lewat media konvensional laksana televisi, koran, atau billboard di jalan besar.

Menurut situs happybet188 satu-satunya marketing yang dilaksanakan Xiaomi ialah melalui sosial media. Bisa dibilang dari mulut ke mulut namun di internet! Orang-orang yang menyenangi produk Xiaomi ini dinamakan Mi Fans, dan mereka tersebar di sejumlah penjuru dunia. Inilah mula dari kesuksesan pemasaran produk Xiaomi yang kental dengan citra ponsel spesifikasi tinggi dengan harga relatif terjangkau.

Dalam proses berinovasi, terdapat yang disebut The Law of Diffusion (hukum penyerapan).

Smartphone  Xiaomi
Smartphone Xiaomi

Innovators (2,5%).

Contoh dari inovator seperti contohnya Steve Jobs (Apple), Tavis Kalanick (Uber), Thomas Alva Edison (General Electric), Howard Schultz (Starbucks), Ingvar Kampard (IKEA), dan Lei Jun (Xiaomi). Kelompok inovator ialah orang yang membuat sesuatu yang belum terdapat dan seringkali mereka mempunyai sekelompok penyokong yang hendak sekali terhadap produkteranyar yang diciptakan.

Early Adopters (13,5%)

Mereka ialah orang-orang yang rela antri lama bahkan menegakkan tendaguna menginap di depan toko Apple supaya dapat jadi yang kesatu menemukan iPhone versi terbaru. Di Xiaomi, mereka disebut Mi Fans, adalah orang-orang yang dengan hendak sekali menunggu hitung mundurpendahuluan pre-order ponsel baru Xiaomi. Early Adopters bakal dengan senang hati merekomendasikan suatu produk ke orang beda tanpa terdapat imbalan apapun dari si pembuat produk.

Kamu punya rekan yang tidak jarang kali update dengan film di bioskop? Atau tidak jarang kali update dengan restoran yang baru buka? Dengan perlengkapan gawai teranyar yang rilis? Dengan lokasi nongkrong yang sangat hits? Ya, rekan kamu tersebut disebut Early Adopters. Kamubakal lebih percaya sama teman anda yang anda anggap memang “ahli” daripada sama iklan di media. Early Adopters ialah orang yang anda tanya pendapatnya ketika anda sedang mempertimbangkan untuk melakukan pembelian sesuatu.

Early Majority (34%)

Kamu percaya dengan rekomendasi yang diserahkan teman kamu, lalu melakukan pembelian produk yang mereka sebut bagus. Maka anda termasuk ke dalam kumpulan ini, anda tergolong cepat dalam mengadopsi teknologi baru asalkan anda sudah bisa kesan baik tentang produk ini. Kamu ialah orang yang bakal menjadi tolok ukur keberhasilan suatu produk di masyarakat yang lantas akan menjadi pengaruh kuat.

Late Majority (34%)

Orang-orang yang terdapat di kumpulan ini ingin pengikut arus guna memilih produk, mereka hana bakal percaya produk itu bilamana sudah tidak sedikit orang yang pakai. Orang-orang di kumpulan ini selalu mengekor arah pertumbuhan jaman namun agak terlambat, yaitu saat sesuatu yang baru tersebut sudah menjadi urusan yang umum.

Tapi terdapat satu urusan yang pasti, anda pasti tahu atau kenal orang yang nggak peduli telah berapa tidak sedikit orang yang pakai sebuah produk asalkan tidak darurat maka orang-orang ini tidak bakal bergeming.

Laggard (16%)

Tidak peduli evolusi zaman, orang-orang ini bakal terus gunakan ponsel nokia 1110 dan tidak berniat ganti Android/iOS kecuali ponsel Nokianya rusak. Juga berlaku guna orang yang nggak pernah beli baju baru kecuali baju lamanya telah robek atau hilang.

So guys, anda termasuk yang mana?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *